MALAKA, 31NUSANTARA.ID— Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Malaka, Erwin Bani, menyoroti kebijakan Pemerintah Kabupaten Malaka terkait alokasi anggaran sepak bola yang dinilai sarat pemborosan.
Ia mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera menyelidiki penggunaan dana tersebut. Selasa, 6/10/2026.
Sorotan ini bermula dari langkah Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS), yang mengutus orang tua, kepala sekolah, guru, hingga pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) untuk mendampingi dan memberikan dukungan langsung kepada Tim PS Malaka U-13 dan U-15 di Surabaya, Jawa Timur.
Kebijakan serupa tercatat rutin dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, di antaranya pada ajang Piala Danone Aqua (2019), Piala Presiden U-15 dan Piala Soeratin U-13/U-15 (2025), serta Piala Soeratin U-13/U-15 (2026).
Pihak Pemkab Malaka sebelumnya menilai langkah tersebut sebagai bentuk sinergi dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang kokoh melalui keterlibatan lintas elemen, mulai dari keluarga, pendidik, pelatih, hingga dukungan penuh pemerintah daerah.
Kendati demikian, Erwin menilai pengiriman rombongan suporter yang mencakup orang tua dan guru dengan rute perjalanan Malaka–Kupang–Surabaya menelan biaya transportasi yang sangat besar.
