MALAKA — Program sepak bola yang digagas kepemimpinan Bupati Malaka kembali memicu kontroversi. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah, muncul sorotan tajam terkait penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membiayai ratusan warga Malaka ke Surabaya, Jawa Timur.
Keberangkatan tersebut berkaitan dengan keikutsertaan kesebelasan PS Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam ajang nasional yang mempertemukan para juara Soeratin Cup dari berbagai provinsi di Surabaya.
Pertandingan yang digelar pada 4 Oktober 2026 itu sempat disiarkan melalui kanal YouTube resmi @Mediaofficerpssijatim, di mana suporter asal Kabupaten Malaka tampak memadati tribun untuk memberikan dukungan langsung.
Namun, di balik semarak dukungan tersebut, beredar informasi bahwa pembiayaan keberangkatan massa tersebut bersumber dari kas daerah. Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Minggu (5/10/2026), jumlah warga yang diberangkatkan mencapai sekitar 100 orang.
Masing-masing warga disebut-sebut memperoleh fasilitas biaya perjalanan dan akomodasi senilai hampir Rp7 juta per orang. Jika diakumulasikan, total anggaran yang terserap ditengarai mendekati angka Rp700 juta.
Besarnya alokasi dana untuk mendukung suporter ini langsung memicu pertanyaan publik mengenai urgensi dan skala prioritas penggunaan APBD. Terlebih lagi, pemerintah daerah saat ini tengah dihadapkan pada instruksi pengetatan dan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
