Ketua KUB. St. Anastasia Toro, Marselina Kolo Nahak Menggembalakan Umatnya Menuju Gua Santa Maria Siti Bitauni dalam perjalanan Ziarah Pengharapan.
Kefa, 31Nusantara.id – Gua Maria Bitauni yang terletak di Desa Bitauni, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Propinsi NTT, sekitar 30 km dari Kefamenanu.
Histori keberadaan Gua Sta.Maria Bitauni yang sudah menjadi Spot Wisata Religi umat Katolik, yang mana merupakan gua alam yang terletak di Kelurahan Bitauni Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara, tepatnya berada di pinggir jalan Trans Timor yang berjarak kurang lebih 30 km dari Kota Kefamenanu.
Sejarah Gua ini merupakan benteng batu yang dijadikan lokasi persembunyian saat perang antar suku di wilayah Timor.
Menurut cerita rakyat, Gua ini kemudian ditemukan oleh seorang pastor Katolik yang bernama Pastor Petrus Noyen, SVD dan Pastor Arnoldus Vestralen, SVD.
Seiring berjalannya waktu, kedua pastor tersebut membawa dampak dan pengaruh yang besar dalam perkembangan iman Katolik di wilayah sekitar.
Ketika kedua pastor tersebut akan pergi meninggalkan Bitauni, mereka meninggalkan sebuah Patung Bunda Maria yang terbuat dari kayu kepada salah satu keluarga untuk disimpan dalam Gua, akan tetapi kemudian hari ternyata patung tersebut hilang, kemungkinan diperdagangkan sebagai barang antik. Kemudian pada tahun 1920, datanglah seorang Pastor Bernama Yohanes Smit, SVD.
