Tahun 1936 Pastor Yohanes Smit, SVD menempatkan sebuah patung Bunda Maria didalam Gua.
Sampai saat ini Patung tersebut masih tersimpan dan dipelihara dengan baik. Tahun 1970 sampai dengan 1977 Pater Petrus Verhaelen melakukan pemugaran pelataran Gua Bitauni dan menambahkan kata Siti pada Gua Santa Maria Bitauni sehingga berubah nama menjadi Gua Santa Maria Siti Bitauni.
Kini Gua Santa Maria Siti Bitauni menjadi tujuan Wisata Rohani yang ada di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara.
Didekat Gua Bitauni dibangun sebuah gereja yang selalu digunakan oleh umat Katolik utuk beribadah setiap minggu dan hari raya besar agama katolik.
Puncak perayaan biasanya dilakukan di Gua Santa Maria Siti Bitauni saat perayaan Jumat Agung dan Perayaan Bulan Rosario.
Demi mendalami iman Katolik di tahun Yubelium 2025 Marselina Kolo Nahak,S.Ag selaku Ketua KUB Sta.Anastasia toro menggembalakan umatnya menuju Gua Santa Maria Siti Bitauni dalam perjalanan Ziarah Pengharapan.
Marselina Kolo Nahak,S.Ag selaku Ketua KUB Sta.Anastasia toro saat di konfirmasi media mengatakan “Kegiatan Ziarah Yubelium oleh Umat KUB Sta. Anastasia ini bukan sekedar jalan-jalan tapi lebih ke pengalaman iman yang sangat luar biasa,,”.
“Kebersamaan lanjut Marselina dalam kelompok komunitas umat basis yang perlu di tingkatkan untuk kedepannya sehingga lebih banyak lagi umat yang tergerak hatinya untuk melakukan ziarah rohani bersama.,’Terang Marselina.
