Ia menjelaskan bahwa kegiatan perdana yang akan dilaksanakan adalah Festival Permainan Rakyat bertajuk Teras Main Kota Kupang yang menampilkan sejumlah permainan seperti Gasing, Siki Doka, dan Galasing, sebagai permulaan program kerja di tingkat kota.
Goris memaparkan bahwa festival ini akan melibatkan sekitar 500 peserta, mencakup anak-anak, remaja, hingga orang dewasa dari berbagai sekolah dan komunitas di Kelurahan Belo. Pihak panitia juga telah menyiapkan undangan resmi dan berkoordinasi untuk mempercepat persiapan lapangan. Ia menegaskan bahwa keterlibatan anak-anak dalam festival ini diharapkan dapat menumbuhkan kembali minat mereka terhadap permainan tradisional yang sarat nilai kerja sama dan interaksi sosial.
Lebih lanjut, Goris menyampaikan bahwa kegiatan juga akan diramaikan oleh UMKM kuliner lokal dan pelaku ekonomi kreatif sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat.
Ia berharap acara perdana ini dapat menjadi titik awal bagi agenda yang lebih besar di masa depan. KPOTI juga memohon arahan dari Wakil Wali Kota, termasuk dukungan pada aspek publikasi dan kemungkinan perluasan cakupan kegiatan agar dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang, Dra. Debora Panie, M.M., dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa dari sisi tugas dan kewenangan perangkat daerah, olahraga tradisional memiliki irisan dengan bidang kebudayaan dan kepemudaan. Karena itu, pihaknya membuka ruang koordinasi resmi melalui surat atau mekanisme komunikasi kelembagaan lainnya untuk memastikan pendataan organisasi baru yang bergerak di bidang olahraga tradisional dapat dilakukan dengan baik. Ia menjelaskan bahwa Dispora sebelumnya telah melaksanakan sejumlah kegiatan olahraga tradisional pada tahun 2022, seperti Gulat Sabu dan Peluru Hawu di arena Pantai LLBK, namun kegiatan lanjutan belum dapat dilaksanakan karena keterbatasan anggaran.





