Ia kemudian menempuh perjalanan darat sekitar lima jam menuju Larantuka dengan harapan dapat melanjutkan perjalanan udara ke Kupang. Namun, penerbangan dari Larantuka kembali mengalami pembatalan.
“Saya sebenarnya berencana naik Hercules. Apa pun itu, saya ingin sebelum pemakaman ini ditutup, saya bisa hadir di sini,” katanya.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Wali Kota bisa tiba di Kupang dan langsung menuju lokasi pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir kepada salah satu aparatur yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan Pemerintah Kota Kupang.
Menurutnya kepergian Pommy bukan sekadar kehilangan seorang aparatur, tetapi kehilangan seorang rekan kerja yang dikenal memiliki dedikasi, kerendahan hati dan kesabaran dalam menjalankan tugas.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas karya dan pengabdian almarhum selama menjadi bagian dari Pemerintah Kota Kupang.
“Kami juga mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa dan karya-karya almarhum Pak Pommy semasa hidupnya. Pak Pommy ini kita tahu bersama orang yang penuh dedikasi, orang yang rendah hati, orang yang sabar. Beliau banyak sekali membantu tugas-tugas kita di Pemkot,” ungkapnya.
Menurut dr. Christian, kepercayaan yang diberikan kepada Pommy untuk menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kota Kupang sejak 22 Januari 2026 bukanlah keputusan tanpa alasan.





