“Itulah mengapa kami melantik beliau menjadi Kadis PRKP. Itu tidak lain dan tidak bukan karena memang beliau ini mampu bekerja dengan baik,” katanya.
Dia mengajak seluruh keluarga dan jajaran Pemerintah Kota Kupang untuk mengenang almarhum bukan semata melalui kesedihan, tetapi melalui kebaikan yang telah ditinggalkannya.
“Hidup manusia tidak ditentukan oleh seberapa lama ia ada bersama kita, tetapi ditentukan oleh berapa banyak kebaikan yang telah ia tinggalkan semasa hidupnya,” tuturnya.
Menurutnya, kebaikan yang terus dikenang dan diteruskan kepada orang lain membuat nilai kehidupan seseorang tetap hadir meskipun orang tersebut telah pergi.
“Kesedihan dan air mata tidak akan menghapus sebuah kepergian yang sudah ditakdirkan. Tetapi sebuah keikhlasan adalah bentuk kasih terindah yang ada di muka bumi ini,” ujarnya.
Sebelum kedatangan Wali Kota, Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc, telah memimpin prosesi penghormatan terakhir bagi almarhum. Dalam amanatnya, Wawali menyampaikan bahwa kepergian Pommy merupakan kehilangan bagi keluarga sekaligus bagi seluruh keluarga besar Pemerintah Kota Kupang.
“Hari ini tentu bukan hari yang mudah bagi kita semua. Kita datang untuk melepas seorang rekan kerja, seorang sahabat, sekaligus bagian dari keluarga besar Pemerintah Kota Kupang,” ujar Serena.





