Program ini, lanjut Serena, telah membantu meringankan beban keluarga dan mendukung anak perempuan agar tetap nyaman menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk bersekolah. Sebelum menerima bantuan, sebagian anak terpaksa menggunakan kain sebagai pengganti pembalut atau tidak masuk sekolah saat menstruasi karena keterbatasan biaya.
Pemkot Kupang juga telah mendorong agar program tersebut mendapat perhatian di tingkat nasional dan berpeluang dikembangkan sebagai proyek percontohan. Di bidang kesehatan perempuan, pemerintah turut berkolaborasi dengan berbagai organisasi untuk melaksanakan skrining kanker payudara.
Bagi Serena, berbagai program tersebut menunjukkan pentingnya kerja lintas sektor. Program bantuan pembalut gratis, misalnya, membutuhkan dukungan Dinas Sosial dalam pendataan penerima manfaat dan Dinas Kesehatan dalam memastikan aspek kesehatan serta kualitas produk.
Pola kolaborasi yang sama, menurutnya, perlu diperkuat dalam pencegahan kekerasan seksual, pendampingan korban, dan pengembangan layanan perlindungan perempuan serta anak.
Serena menegaskan, pembangunan sumber daya manusia tidak hanya berbicara tentang pendidikan dan kesehatan, tetapi juga tentang memastikan setiap orang dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat, dan bebas dari kekerasan.





