Ia menegaskan bahwa semangat mengisi kemerdekaan harus diwujudkan melalui kehadiran pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam memastikan tidak ada warga yang merasa ditinggalkan.
“Mari kita isi kemerdekaan dengan tindakan nyata: pemerintah hadir, warga terlindungi, dan tidak ada yang merasa ditinggalkan,” pungkasnya.
Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi NTT, Dr. Drs. Yusuf Lery Rupidara, M.Si., menegaskan bahwa bantuan pangan yang diterima masyarakat pada hakikatnya merupakan hak masyarakat. Pemerintah, baik provinsi maupun kota, hanya berperan mengelola dan menyalurkannya agar sampai kepada masyarakat yang berhak.
Yusuf mengingatkan bahwa bantuan beras bukan untuk menyelesaikan seluruh persoalan pangan keluarga, melainkan untuk meringankan beban sekaligus menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus bekerja keras, hidup hemat, meningkatkan usaha, dan membangun kemandirian ekonomi. Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan makna kemerdekaan dan kedaulatan, karena masyarakat yang mandiri secara ekonomi akan semakin mampu berdiri di atas kaki sendiri.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Perum Bulog atas kerja keras menyalurkan bantuan pangan ke seluruh wilayah NTT. Terkait gempa bumi di Pulau Flores, Yusuf mengajak masyarakat Kota Kupang untuk turut berbela rasa dan mendoakan saudara-saudara yang terdampak. Ia menegaskan bahwa penderitaan masyarakat Flores merupakan keprihatinan bersama dan mengajak semua pihak untuk terus memberikan dukungan agar masyarakat terdampak dapat menghadapi cobaan tersebut dengan kekuatan dan semangat untuk bangkit.



