Menurut Wawali, capaian tersebut perlu diikuti dengan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri ketika mengalami gejala yang mengarah pada TBC, menjalani pengobatan secara teratur, serta mendukung pasien agar dapat menyelesaikan pengobatannya.
“TBC bisa dicegah, diobati, dan disembuhkan. Karena itu, kita perlu melakukan deteksi dini dan memastikan pengobatan dijalani secara teratur sampai tuntas,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa TBC tidak boleh menjadi alasan untuk mengucilkan seseorang. Dukungan keluarga dan lingkungan sangat dibutuhkan agar pasien tidak takut atau malu memeriksakan diri dan tetap disiplin mengikuti pengobatan sesuai arahan tenaga kesehatan.
Serena menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi Pemerintah Kota Kupang bersama KRIS dan KOWANI untuk memperluas dukungan terhadap kesehatan masyarakat, terutama perempuan.
Selain edukasi dan upaya deteksi dini, kegiatan tersebut mencakup pemberian suplemen tambahan bagi pasien TBC serta skrining kanker payudara. Dukungan suplemen dimaksudkan untuk melengkapi penanganan pasien, bukan menggantikan obat maupun standar pengobatan yang telah ditetapkan.
“Pemerintah sendiri sudah memiliki program penanganan TBC, sementara suplemen yang diberikan ini merupakan tambahan untuk membantu memperkuat daya tahan tubuh,” jelas Serena.





