MALAKA, 31NUSANTARA.ID-Komunitas Literasi Kopi Malaka bersama Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Malaka dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Malaka menggelar aksi doa bersama dan bakar lilin merah sebagai bentuk keprihatinan terhadap praktik korupsi serta penderitaan masyarakat di Indonesia.
Aksi yang melibatkan pemuda dan mahasiswa dari berbagai komunitas tersebut berlangsung di lapangan bola voli Betun, tepatnya di persimpangan empat Kota Betun, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (23/10/2026).
Kegiatan itu menjadi ruang bagi para peserta untuk menyampaikan kritik moral terhadap praktik korupsi, sekaligus mengingatkan penyelenggara negara mengenai pentingnya tanggung jawab, kepedulian, dan keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan perlindungan.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam aksi tersebut adalah kasus dugaan korupsi Dana Siap Pakai (DSP) kebencanaan di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) periode 2024–2026 yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dipantau awak media para pemuda dan mahasiswa menyalakan lilin merah yang disusun menyerupai salib. Setelah itu, mereka menggelar doa bersama dan menyampaikan orasi secara bergantian untuk menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi bangsa, khususnya persoalan korupsi dan tanggung jawab pemerintah terhadap penderitaan rakyat.
