OKP Cipayung dan Komunitas Literasi Kopi Malaka Menggelar Aksi Doa Bersama dan Bakar Lilin Merah Untuk Para Koruptor Dana Bencana

Reporter: Tim 
| Editor: Pisto Bere

“Kami berkumpul bukan untuk menciptakan kebencian, melainkan untuk menyuarakan kepedihan, menyalakan harapan, dan mengingatkan bahwa kekuasaan adalah amanah, bukan alasan untuk menutup mata terhadap penderitaan rakyat,” ucap Pisto.

Ia kemudian menjelaskan makna lilin merah yang dinyalakan dalam aksi tersebut. Baginya, cahaya lilin merupakan simbol harapan di tengah berbagai persoalan yang dihadapi bangsa, sedangkan doa bersama menjadi ungkapan duka sekaligus seruan agar nilai keadilan, kemanusiaan, dan tanggung jawab tetap menjadi landasan kehidupan bernegara.

Bacaan Lainnya

Pisto menilai bahwa penderitaan masyarakat tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa perhatian. Suara rakyat, menurut dia, harus mendapat ruang dalam proses pengambilan kebijakan, terutama ketika keputusan pemerintah berkaitan langsung dengan keselamatan, kesejahteraan, dan masa depan masyarakat.

“Jangan biarkan suara rakyat tenggelam dalam diam. Jangan biarkan penderitaan berlalu tanpa kepedulian,” tegasnya.

Dalam orasi tersebut, Pisto juga menekankan bahwa kekuatan sebuah pemerintahan tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya kewenangan yang dimiliki, tetapi juga oleh kesediaannya menerima kritik dan mempertanggungjawabkan setiap kebijakan kepada masyarakat.

Pos terkait