Ia menegaskan bahwa pengolahan hasil perikanan menjadi produk siap jual merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga nelayan.
“Selama ini, tuna lebih banyak dijual dalam bentuk mentah. Sekarang, mama-mama diajarkan mengolahnya menjadi sosis tuna dengan kemasan vakum dan steak tuna yang memiliki potensi harga jual lebih tinggi. Ini merupakan keterampilan penting untuk menopang ekonomi keluarga dalam jangka panjang,” ujar David Loba.
Menurut David, program tersebut merupakan bagian dari komitmen LPM UKAW dalam mendukung pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Unggulan Universitas oleh para dosen.
LPM UKAW berperan memfasilitasi, memantau, dan memastikan setiap program pengabdian dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pendampingan mengenai berbagai tahapan produksi, mulai dari pengolahan bahan baku ikan tuna, proses pembuatan produk, pengemasan vakum secara higienis, hingga pengenalan strategi pemasaran.
Pembekalan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga mendorong tumbuhnya usaha olahan hasil laut yang dikelola secara mandiri oleh kelompok perempuan pesisir.
Selain meningkatkan keterampilan produksi dan pemasaran, program ini juga diarahkan untuk mendorong pengembangan produk unggulan daerah.





