Launching Fakultas Kedokteran UCB, Wali Kota Kupang Tegaskan Pentingnya Investasi SDM Kesehatan

Reporter: Pisto Bere 
| Editor: Redaksi

“Kita ingin masyarakat lebih sehat dan dokter lebih berkualitas, maka kita harus melakukan cara-cara yang berbeda. Salah satunya dengan menghadirkan Fakultas Kedokteran seperti ini,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Fakultas Kedokteran Universitas Citra Bangsa. Ia menilai UCB membawa pesan positif bagi pembangunan daerah, sekaligus membangun citra baik melalui kontribusi nyata di sektor pendidikan dan kesehatan. Peresmian fakultas ini disebut sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat Nusa Tenggara Timur akan peningkatan kualitas layanan kesehatan.

Bacaan Lainnya

Gubernur juga menyampaikan rasa terima kasih dan optimisme atas berdirinya Fakultas Kedokteran UCB. Dengan hadirnya dua institusi pendidikan kedokteran, negeri dan swasta, ia berharap ketersediaan tenaga dokter berkualitas, khususnya putra-putri daerah, dapat terus meningkat untuk menjawab keterbatasan rasio tenaga kesehatan, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dengan dukungan rumah sakit pendidikan serta kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi.

Pada kesempatan yang sama, Anggota DPD RI, Ir. Abraham Paul Liyanto, menegaskan bahwa pendirian Fakultas Kedokteran UCB merupakan langkah strategis yang sangat relevan dengan kebutuhan nasional. Berdasarkan data Konsil Kesehatan Indonesia (KKI), ia menyampaikan bahwa rasio dokter dan penduduk di Indonesia masih berada di bawah standar ideal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni satu dokter untuk 1.000 penduduk. Saat ini, satu dokter di Indonesia rata-rata masih melayani sekitar 1.400 hingga 1.600 penduduk.

Pos terkait