Wali Kota Kupang juga menyinggung kebijakan nasional yang menempatkan pembangunan SDM sebagai prioritas utama. Menurutnya, langkah UCB mendirikan Fakultas Kedokteran sejalan dengan visi nasional tersebut sekaligus menunjukkan komitmen nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah.
Sebagai seorang dokter, dr. Christian Widodo turut mengulas karakter ilmu kedokteran yang berada pada persimpangan antara ilmu pengetahuan, nurani, pengalaman, dan pengabdian. Ia menekankan bahwa praktik kedokteran bukan hanya soal penguasaan teori, tetapi juga kepekaan moral dan emosional, mengingat setiap tubuh manusia memiliki respons yang berbeda terhadap pengobatan. “Ilmu kedokteran itu seni. Dosis yang sama, penyakit yang sama, pada dua orang bisa menghasilkan respons yang berbeda. Di situlah pentingnya pengalaman, nurani, dan pengabdian,” ungkapnya.
Ia berharap Fakultas Kedokteran UCB mampu menjadi jembatan akademik yang kokoh sekaligus pusat pembelajaran yang mencetak lulusan-lulusan terbaik. Tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara moral, emosional, serta memiliki semangat pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Wali Kota Kupang mengajak seluruh pihak untuk berani melakukan perubahan dan inovasi dalam meningkatkan kualitas kesehatan. Menurutnya, hasil yang berbeda hanya dapat dicapai melalui cara-cara yang berbeda.
