KUPANG, 31NUSANTARA.ID- Penanganan stunting di Kota Kupang tidak cukup dilakukan ketika anak sudah mengalami gangguan pertumbuhan. Pemerintah Kota Kupang mulai mendorong pendekatan yang lebih jauh ke hulu, dengan membangun kesadaran sejak remaja putri dan membuka ruang kolaborasi yang lebih terarah dengan yayasan, lembaga sosial, hingga dunia usaha.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo saat menerima audiensi Yayasan MEIK Nusantara dan Yayasan Mahanaim di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin (31/8).
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan. Namun, pembahasan tidak berhenti pada rencana pemberian bantuan. Pemkot Kupang justru menawarkan pola kolaborasi yang lebih terstruktur agar berbagai sumber daya di luar pemerintah dapat diarahkan pada persoalan masyarakat yang benar-benar membutuhkan penanganan.
Wali Kota mengatakan, prevalensi stunting di Kota Kupang saat ini berada di kisaran 16 persen. Angka tersebut relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah daerah lain di Nusa Tenggara Timur, namun masih menjadi persoalan serius karena berada di atas rata-rata nasional.
Karena itu, menurutnya, strategi penanganan stunting harus bergeser dari sekadar mengatasi persoalan ketika sudah terjadi menjadi upaya pencegahan sejak jauh sebelumnya.
