Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, termasuk dalam penyusunan program dan materi edukasi di sekolah, sehingga literasi digital tidak hanya mengajarkan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga membekali anak dengan kemampuan melindungi diri dari berbagai risiko di dunia digital.
“Anak-anak sekolah harus menjadi perhatian. Materi seperti ini sebaiknya terus diberikan sejak awal, sehingga mereka memiliki pemahaman dan kemampuan untuk menjaga diri ketika menggunakan teknologi,” katanya.
Hengky juga mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda tidak hanya berkaitan dengan keamanan digital, tetapi juga berbagai persoalan sosial dan kesehatan yang dapat diperparah oleh penyalahgunaan teknologi serta lemahnya pendampingan terhadap anak dan remaja.
Ia mengajak seluruh pihak untuk memperkuat pengawasan, edukasi, dan pendampingan terhadap anak-anak, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.
Menutup sambutannya, Hengky kembali menyampaikan apresiasi kepada para narasumber, guru pendamping, panitia, dan seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan Digital Literacy Goes To School Tahap II.
“Selamat menjadi anak hebat di ruang digital. Jadilah generasi yang cerdas menggunakan teknologi, bijak dalam berkomunikasi, mampu menjaga diri, serta mampu menggunakan teknologi untuk belajar, berkarya dan berbuat baik,” pungkasnya.(prokopimsetdakotakupang)





