Feature
MALAKA, 31NUSANTARA.ID —Kotak-kotak donasi mulai bergerak di antara kerumunan. Di atas panggung, musik terus mengalun. Ada yang bernyanyi, ada yang memainkan alat musik, ada yang membawakan rap.(23/8). Malam
Tetapi malam itu, yang sedang dimainkan sebenarnya bukan hanya musik. Ada sebuah pesan yang hendak dikirim dari Malaka: bahwa ketika Flores sedang berduka, anak-anak muda di ujung Timor memilih untuk tidak tinggal diam.
Minggu, 23 Agustus 2026, sejumlah anak muda Malaka menggelar Konser Amal Pemuda Malaka Peduli Flores di belakang panggung Lapangan Betun.
Mereka datang dari komunitas dan ruang kreatif yang berbeda. Ada musisi, pegiat komunitas, pekerja kreatif, hingga anak-anak muda yang selama ini tumbuh bersama dalam berbagai kegiatan.
Malam itu, perbedaan ruang mereka dipertemukan oleh satu tujuan: menggalang dukungan bagi Flores.
Semua itu bermula dari sebuah percakapan sederhana di Hemu Kopi.
Sejumlah anak muda duduk bersama dan membicarakan satu hal yang terasa jauh, tetapi sekaligus begitu dekat: bencana yang menimpa saudara-saudara mereka di Flores. Di sana ada Roby Klau, Aris dari Respek Band, Deny Klau dari Hemu Kopi, Epong dari Humble Rapp, Putra Niron dari Sasoka, Rio Kera dari Pemusik ASDM, Vigi Bere dari Sasoka, serta Vex Bere dari Moossa Band.
