Luka di Di Flores Luka Kita Juga
MALAKA, 31NUSANTARA.ID— Perayaan Malaka di Ujung Merah Putih (MDUMP) Jilid VI di Lapangan Misi Betun, Minggu (16/8/2026), berlangsung dengan nuansa berbeda. Di tengah semarak menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Komunitas Lafaek Malaka selaku panitia penyelenggara bersama para pegiat komunitas dan masyarakat Malaka turut membawa duka atas bencana gempa yang menimpa saudara-saudari mereka di Flores.
MDUMP VI tahun ini mengusung semangat “Merajut Kebersamaan, Menghargai Sejarah, Membangun Harapan.” Namun, bencana gempa yang terjadi di Flores sehari sebelumnya membuat perayaan kemerdekaan tahun ini memiliki warna tersendiri.
Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui seni, musik dan kebersamaan, tetapi juga melalui doa dan solidaritas kemanusiaan.
Sejak awal kegiatan, suasana duka tersebut sudah terasa. Dalam doa pembukaan, seorang tokoh agama Katolik secara khusus menyinggung bencana gempa yang terjadi di Flores. Doa tersebut menjadi ungkapan keprihatinan sekaligus harapan agar bencana segera berakhir dan masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan, keselamatan serta ketabahan.
Usai doa pembukaan, para pegiat komunitas kemudian membentuk sebuah lingkaran. Mereka berdiri bersama dalam keheningan, mengenang para korban dan mendoakan saudara-saudari di Flores yang sedang menghadapi bencana.
