Sasar Wilayah Desa Migran Emas
Pelatihan ini secara khusus menyasar para purna PMI yang berasal dari kawasan Desa Migran Emas dampingan Lakpesdam NU, di antaranya Desa Camplong II, Nunkurus, Oebelo/Oelbeno, Oeletsala, dan Oeltuah, serta wilayah dampingan lainnya di Kabupaten Kupang.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta dibekali kemampuan teknis mulai dari penyusunan rencana bisnis, kalkulasi modal dan proyeksi keuntungan, analisis pasar, tata kelola keuangan, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk perluasan pemasaran.
”Jangan takut untuk memulai dari hal kecil. Yang paling penting adalah memiliki niat, perencanaan yang baik, disiplin, kemauan belajar, dan konsistensi,” pesan Suratmi kepada para peserta.
Ia pun berharap program Desa Migran Emas tidak sekadar menjadi tempat berkumpulnya purna PMI, melainkan bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi berbasis desa.
Sinergi Hulu-Hilir Perlindungan PMI
Lebih lanjut, Suratmi menekankan bahwa upaya perlindungan dan pemberdayaan PMI memerlukan kerja sama yang solid dari hulu hingga hilir, dengan melibatkan berbagai elemen mulai dari pemerintah, lembaga masyarakat, hingga mitra internasional.
”Kolaborasi antara KP2MI, Lakpesdam NU, GIZ Jerman, BP3MI NTT, hingga pemerintah desa adalah contoh nyata bahwa perlindungan dan pemberdayaan PMI tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja,” tuturnya.





