BP3MI NTT Dorong Kemandirian Ekonomi Purna Pekerja Migran Lewat Pelatihan Usaha

Reporter: Vd 
| Editor: Pisto Bere

​KUPANG, 31NUSANTARA.ID — Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Suratmi Hamida, S.Sos., secara resmi membuka Pelatihan Usaha Mikro dan Rencana Bisnis bagi Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hotel Neo Kupang.

​Kegiatan pelatihan ini digelar sebagai langkah strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi para mantan pekerja migran beserta keluarga mereka setelah kembali ke kampung halaman.

Bacaan Lainnya

​Program kolaboratif tersebut diselenggarakan atas kerja sama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU), serta mitra pembangunan internasional GIZ Jerman.

​Dalam sambutannya saat membuka acara, Suratmi Hamida menegaskan bahwa purna PMI yang telah kembali ke tanah air membawa modal sosial, pengalaman, keterampilan, hingga jejaring yang berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru di daerah.

​”Ketika mereka kembali ke tanah air, kita tidak ingin mereka hanya dipandang sebagai purna pekerja migran, tetapi sebagai sosok yang membawa pengalaman dan modal untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru di daerahnya,” ujar Suratmi.

Pos terkait