Menurutnya, capaian tersebut bukan hasil kerja satu atau dua orang, melainkan buah dari kerja sama seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Kupang serta dukungan dan doa masyarakat.
“Tidak ada superman, yang ada itu super team. Karena itu, dengan segala kerendahan hati, saya ingin berterima kasih kepada seluruh warga Kota Kupang, khususnya warga Naikoten II, yang telah mendukung pemerintah selama ini,” ungkapnya.
Wali Kota menegaskan bahwa pembangunan kota tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga harus memperhatikan pembangunan manusia, termasuk pendidikan, kesehatan, karakter, serta sikap saling menghargai dan toleransi di tengah masyarakat.
Ia menyebut Festival Budaya Kelurahan Naikoten II sebagai salah satu wujud nyata pembangunan manusia melalui pelestarian budaya. Selain menjaga tradisi, kegiatan tersebut dinilai mampu memperkuat karakter masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian lokal melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Melalui kegiatan ini, kita melestarikan budaya, membangun karakter manusia, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Kita melihat ada belasan UMKM yang terlibat. Artinya, kegiatan budaya juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan ekonomi keluarga,” jelasnya.





