Prof. Dr. rer. nat Sherly da Costa Ilmuwan NTT yang Mendunia layaknya “Einstein” di Jerman mengguncang Panggung Sains Eropa

Reporter: Naser 
| Editor: Pisto Bere

“Sherly da Costa Mutiara Hitam dari Timur”

KUPANG, 31NUSANTARA.ID — Prof. Dr. rer. nat. Apolonia Diana Sherly da Costa, Profesor Riset termuda asal Indonesia, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berhasil meraih gelar doktornya di usia muda dibawah 30 tahun di Universitas Elit Publik, salah satu Universitas Tertua di Jerman, Universitas Friedrich Schiller Jena, Bundes Thuringia, Jerman.

Sosok Prof. Dr. rer. nat. Apolonia Diana Sherly da Costa (asal Buruma-Baucau dan Kisar-Roma Maluku). Lahir di Tanah Timor Timur Distrik Baucau (eks pengungsi Timor Timur), dan besar di Kupang, Timor Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Prof. Dr. rer. nat Sherly da Costa merupakan anak pertama lima bersaudara (Beliau, Adik-adik: Noldin Luther Antonio da Costa, Elsa Maria Auxiliadora Lekipera da Costa, Unamet Mariana Yolanda Lekipera da Costa, dan Angel Alice Lekipera da Costa) dari ayah Augusto da Costa (Buruma-Baucau, Timor Timur), dan ibu Sophia Lekipera (Jerusu-Roma, Maluku) Tenggara) yang saat ini tinggal di Oesapa Kupang (NTT) Indonesia.

Sherly da Costa bukan sekadar akademisi biasa. Ia mencatatkan sejarah sebagai Profesor Riset termuda asal Indonesia di Eropa—sebuah pencapaian yang secara kronologis bahkan melampaui catatan waktu pendidikan sang teknokrat legendaris, Habibie. Di usia yang belum menginjak kepala empat, ia telah menduduki posisi Guest Professor dan Collaborative Project Lead di Universitas Elit Publik, Universitas Münster dengan Soft Funding, Research Track, salah satu institusi riset tertua dan paling bergengsi di Jerman.

https://31nusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251217-WA0045.jpg

Pos terkait