Prof. Dr. rer. nat Sherly da Costa Ilmuwan NTT yang Mendunia layaknya “Einstein” di Jerman mengguncang Panggung Sains Eropa

Reporter: Naser 
| Editor: Pisto Bere

Sains yang Menyelamatkan Nyawa, Apa yang ditawarkan Prof. Sherly bukan sekadar teori akademik yang mengawang-awang. Fokus risetnya adalah Resiliensi Bencana Berbasis Komunitas. Ia menggabungkan teknologi tinggi seperti Participatory GIS (Geographic Information System) dengan kearifan lokal masyarakat adat Malaka yang matrilineal.

Di Malaka, NTT, banjir adalah tamu tahunan yang menghancurkan ekonomi warga. Prof. Sherly telah memetakan “Sembilan Aset Resiliensi”—sebuah model yang membuktikan bahwa masyarakat lokal memiliki daya tahan spiritual, budaya, dan sosial yang jika dikelola dengan sains modern, akan menghilangkan ketergantungan pada bantuan darurat pusat yang seringkali datang terlambat.

Sebuah Panggilan untuk Presiden, Presiden Prabowo Subianto dalam visi Asta Cita menekankan kemandirian nasional dan penguatan sains. Namun, visi ini akan menjadi retorika kosong jika pemerintah tetap membiarkan talenta seperti Prof. Sherly “dipinjam” selamanya oleh Jerman dan Negara-Negara Maju lainnya di Benua Eropa.

Kita harus bertanya secara kritis: Mengapa Jerman dan negara Eropa lainnya seperti Austria dan Portugal begitu antusias mendanai riset Prof. Sherly tentang tanah air kita sendiri, sementara kita hanya menonton dari jauh? Apakah kita menunggu negara lain mengklaim hak intelektual atas solusi bencana di tanah kita sebelum kita tersadar?

Pos terkait