Selain menyoroti kinerja aparatur, Raja Wehali-Malaka juga memberikan perhatian khusus terhadap isu lingkungan, khususnya antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) menjelang musim kemarau.
Beberapa poin penting yang disampaikannya meliputi: Peningkatan Kewaspadaan: Pemerintah diminta lebih waspada terhadap potensi karhutla di daerah.
Antisipasi Laporan Fiktif: Mewaspadai potensi laporan tidak benar atau kejadian yang sengaja diciptakan oleh oknum tertentu demi memperoleh anggaran penanganan karhutla.
Verifikasi Lapangan: Presiden Prabowo-Gibran diimbau untuk tidak hanya menerima laporan secara berjenjang dari staf atau pejabat, melainkan melakukan pengecekan dan verifikasi langsung terhadap keabsahan data di lapangan.
Langkah pengawasan berlapis ini dinilai sangat penting tidak hanya untuk mencegah disinformasi kondisi riil di daerah, tetapi juga sebagai langkah preventif dalam mengantisipasi potensi penyalahgunaan anggaran negara.
Liurai Wehali-Malaka berharap pengawasan terhadap program-program pemerintah pusat dapat diperketat hingga ke level akar rumput, sehingga penyimpangan dalam pelaksanaannya dapat dicegah secara maksimal.(*)





