KUPANG, 31NUSANTARA.ID-Event Budaya Kelurahan Naikolan Tahun 2026 tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni dan budaya.
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Bougenvil, Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, Senin (28/9), juga menjadi ruang bagi warga menyampaikan aspirasi, mengembangkan aktivitas ekonomi, dan menunjukkan solidaritas sosial.
Mengusung tema “Satu Budaya, Seribu Kreasi, Satu Kebersamaan”, event tersebut dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H., didampingi Camat Maulafa, Imanuel A. Eliaser, S.H., Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Kupang, Margaritha Salean, S.E., M.A.P., dan Lurah Naikolan, Redemtus Hardin, A.Md. Hadir pula Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang, Roy Ratu Riwu Kaho, S.H.
Ignasius mengatakan, pembangunan kota tidak cukup hanya diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga nilai, identitas dan kebersamaan.
“Budaya adalah ingatan kolektif sebuah masyarakat. Ketika budaya kita rawat, kita memastikan generasi yang akan datang tidak kehilangan akar ketika melangkah menuju masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, event budaya perlu memberi ruang yang lebih luas agar budaya tetap hidup sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ruang tersebut, kata dia, dapat menjadi tempat generasi muda berkarya, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif mengembangkan usaha, serta masyarakat memperkuat kebanggaan terhadap identitas daerah.





