Ketua BEM STIKUM: Program MBG Sangat Baik, Namun Tata Kelola Perlu Diperbaiki

Reporter: FD 
| Editor: Pisto Bere

KUPANG, 31NUSANTARA.ID – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIKUM) Prof. Dr. Yohanes Usfunan, S.H., M.H. menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang dirangkaikan dengan diskusi publik dan konsolidasi internal mahasiswa di Aula STIKUM, Sabtu (20/6).

Kegiatan yang menayangkan pertandingan Brasil melawan Haiti ini tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang akademik untuk membahas isu-isu hukum dan kebangsaan yang tengah berkembang.

Bacaan Lainnya

Dalam sesi diskusi publik, dua mantan pengurus organisasi mahasiswa STIKUM, Melianus Alopada dan Raynal Usfunan, hadir sebagai pemantik.

Melianus menyoroti proses hukum yang tengah berlangsung terkait Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bentuk komitmen negara dalam pemberantasan korupsi serta penegakan prinsip akuntabilitas dalam pemerintahan.

Sementara itu, Raynal Usfunan menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program strategis dengan tujuan yang mulia dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Namun, ia menekankan bahwa tata kelola program tersebut masih perlu dibenahi agar pelaksanaannya lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

“Kita tidak boleh berhenti pada kritik. Mahasiswa harus mampu menghadirkan gagasan dan kontribusi pemikiran yang konstruktif agar Program MBG benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Pos terkait