Jakarta – Pemerintah terus memacu investasi dan menggerakkan ekonomi rakyat untuk memperluas lapangan kerja. Bersamaan dengan itu, ruang komunikasi dengan masyarakat terus dibuka agar kebijakan dapat dijelaskan sekaligus menyerap masukan publik.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan investasi menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp1.931 triliun dan menghasilkan 2,7 juta lapangan kerja baru. Hingga Juni 2026, investasi tercatat Rp1.010 triliun dengan pembukaan sekitar 1,4 juta lapangan kerja.
“Ini 2,7 juta lapangan kerja baru 2025. Nah, sekarang, ini ilmu makroekonomi. Bahwa satu persen pertumbuhan itu menghasilkan 400 ribu lapangan kerja,” kata Prabowo.
Selain investasi, pemerintah menggerakkan aktivitas ekonomi hingga tingkat desa melalui sejumlah program. Makan Bergizi Gratis (MBG), misalnya, melibatkan tenaga kerja dapur sekaligus membentuk rantai pasok yang mencakup petani, peternak, hingga pemasok lokal.
“MBG kalau nanti sampai ke puncaknya 30 ribu dapur, satu dapur employ gaji 50 orang. Nah, 30 ribu kali 50, 1,5 juta. Belum supplier. Tiap dapur berada di desa, dia spend rata-rata up to Rp6 juta sehari,” ujar Prabowo.
Di tengah upaya mempercepat investasi dan memperluas manfaat ekonomi, pemerintah juga membuka ruang komunikasi dengan publik. Dialog dinilai penting agar kebijakan dapat dijelaskan sekaligus memberi ruang bagi masyarakat menyampaikan masukan.
Terkait hal itu, pengamat politik Bawono Kumoro menilai keterbukaan Presiden berdialog dengan kalangan media menjadi sinyal positif bagi komunikasi publik pemerintah. Menurutnya, langkah tersebut sekaligus menjawab penilaian negatif mengenai keterbukaan komunikasi Presiden.
“Wawancara Presiden Prabowo dengan para pemimpin redaksi media massa dan podcaster itu membalikkan penilaian negatif tersebut,” kata Bawono.
Bawono menilai semangat keterbukaan itu juga perlu diterapkan jajaran Kabinet Merah Putih. Semakin terbuka komunikasi pemerintah, menurut dia, semakin luas pula ruang masyarakat memperoleh informasi dan menilai jalannya pemerintahan.
“Wawancara secara terbuka dari Presiden Prabowo dengan para pemimpin redaksi media massa dan podcaster juga dapat dilihat sebagai ikhtiar Sang Kepala Negara dalam melakukan optimalisasi komunikasi publik pemerintah selama hampir dua tahun usia pemerintahan,” tambahnya.**





