Selain menyediakan informasi meteorologi, BMKG juga memperkuat pemantauan kondisi atmosfer, potensi hujan, dan ketersediaan air sebagai bagian dari langkah pencegahan karhutla di kawasan gambut. Teuku Faisal menjelaskan bahwa salah satu perhatian penting adalah menjaga tinggi muka air gambut agar tidak turun terlalu dalam. Hal ini karena gambut yang memiliki kelembapan cukup akan lebih sulit terbakar. Dalam kondisi tertentu, BMKG juga dapat mendukung upaya pembasahan melalui Operasi Modifikasi Cuaca apabila terdapat kondisi awan yang memungkinkan, sehingga tambahan pasokan air dapat membantu menjaga kelembapan kawasan rawan kebakaran.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto juga menekankan bahwa pengelolaan gambut membutuhkan perhatian terhadap pemanfaatan lahan, sistem deteksi dan pemantauan dini, serta kemampuan melakukan penanganan ketika kebakaran terjadi. Ketiga aspek tersebut perlu menjadi satu rangkaian yang saling mendukung. Dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi kawasan yang membutuhkan pembasahan, memantau perubahan tinggi muka air, serta menentukan metode pemulihan tata air yang sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah.



