Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

Persoalan utama pada lahan gambut adalah perubahan kondisi alam akibat terganggunya sistem tata air. Secara alami, gambut mampu menyimpan air dalam jumlah besar. Namun, pembangunan kanal dan aktivitas pengeringan lahan dapat menyebabkan air mengalir keluar sehingga kelembapan tanah menurun. Ketika gambut mengering, api dapat dengan mudah menyebar dan bahkan membara di bawah permukaan tanah sehingga lebih sulit dideteksi maupun dipadamkan. Kondisi inilah yang membuat pembasahan menjadi langkah pencegahan yang sangat penting. Melalui pemulihan tata air, penjagaan tinggi muka air, dan pembangunan sekat kanal, kelembapan gambut dapat dipertahankan sehingga risiko kebakaran dapat ditekan.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq menilai kejadian karhutla yang terus berulang, terutama di kawasan gambut, tidak boleh lagi dipandang sebagai persoalan rutin yang hanya ditangani ketika musim kemarau tiba. Ia mendorong penggunaan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan untuk memperkuat ketahanan lanskap gambut sejak awal. Salah satu langkah yang ditekankan adalah menjaga tinggi muka air melalui pembangunan dan pengelolaan sekat kanal sesuai kondisi wilayah. Infrastruktur tersebut berperan menahan aliran air agar tidak cepat keluar dari kawasan gambut sehingga kelembapan tanah dapat terjaga, terutama ketika memasuki musim kemarau.

Pos terkait