Relasi Antara Manusia Ditinjau Dari Perspektif Martin Heidegger dan Implementasi Terhadap Fenomena Human Trafficking

Secara sederhana kita dapat mengatakan bahwa kepedulian yang otentik adalah suatu upaya memberdayakan orang lain. Dan inilah sesungguhnya relasi yang benar yang harus diterapkan dalam kehidupan bersama manusia. Bukan mengeksploitasi yang lain, yaitu melihatnya hanya sebagai sesuatu yang dapat mendatangkan nilai ekonomi. Jika demikian maka relasi itu sesungguhnya direndahkan pada taraf alat (Zuhandenes) yang tidak sesuai dengan adanya manusia.

Keberadaan manusia sudah selalu ada bersama dan juga berelasi bersama. Namun seringkali relasi antar manusia mengarah ke dehumanisasi. Wajah dari hal ini adalah fenomena human trafficking yang mana terjadi eksploitasi terhadap manusia lain demi meraut keuntungan pribadi. Orang lain dilihat hanya sebagai sumber daya dan aset untuk memperoleh keuntungan ekonomi bagi diri sendiri. Melalui kaca mata Heidegger kita dapat menilai bahwa fenomena tersebut tidak sesuai dengan ada manusia itu sendiri. manusia secara ontologis berbeda dengan alat-alat yang mana relasi kita dengan alat-alat adalah relasi subjek objek sehingga kita boleh menggunakan untuk keperluan kita. Relasi ini tidak tepat diterapkan kepada manusia yang memiliki status ontologis yang berbeda. Relasi dengan manusia adalah suatu bentuk kepedulian yang terungkap dengan memberikan kebaikan bagi sesama yaitu memberdayakan dan bukannya mengeksploitasi. Melalui pemikiran Heidegger hendaknya memberikan suatu pemahaman baru tentang status ontologis manusia dan alat yang berbeda yang menentukan relasi yang berbeda pula. Ketika memperlakukan orang lain seperti alat bukan hanya tidak etis tetapi lebih dalam lagi yaitu tidak sesuai dengan adanya.(***)

Pos terkait