KUPANG, 31NUSANTARA.ID – Pemerintah Kota Kupang memperkuat komitmen penanggulangan AIDS, Tuberkulosis (TB), dan Malaria (ATM) dengan mendorong keberlanjutan program, penguatan pembiayaan, serta kolaborasi lintas sektor.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan layanan kesehatan bagi kelompok rentan tetap berjalan dan mendukung target eliminasi ATM pada 2030.
Komitmen tersebut disampaikan Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Hengky C. Malelak, S.STP., M.Si., saat membuka Workshop “Membangun Kesadaran dan Memobilisasi Sumber Daya Domestik untuk Keberlanjutan Program AIDS, TB, dan Malaria (ATM) di Kota Kupang” di Hotel Harper Kupang, Kamis (3/9).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Yayasan Flobamora Jaya Peduli, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Sekretaris KPA Provinsi NTT, Ikatan Ahli Kesehatan Provinsi NTT, Bappeda Kota Kupang, Dinas Sosial, DP2KB, serta DP3A Kota Kupang.
Mengawali sambutannya, Hengky mengapresiasi Yayasan Flobamora Jaya Peduli dan seluruh pihak yang telah menggagas workshop tersebut. Menurutnya, penanggulangan ATM bukan semata-mata persoalan kesehatan, tetapi menyangkut tanggung jawab bersama untuk memastikan setiap warga, terutama kelompok rentan, tetap mendapatkan layanan yang dibutuhkan.



