Wawali Hadiri Penutupan Pekan QRIS Nasional 2026, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital

Reporter: Enjel Lasbuan/vd 
| Editor: Pisto Bere

“Di sinilah QRIS menjadi jembatan bagi UMKM kita untuk naik kelas, masuk ke ekosistem digital, membangun kepercayaan konsumen, dan membuka akses pasar yang lebih luas,” tegasnya.

Wawali pun mengajak seluruh pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk tidak takut beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Ia juga mengajak masyarakat untuk semakin mencintai dan mendukung produk lokal serta menjadikan transaksi digital sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Bacaan Lainnya

“Semoga Pekan QRIS Nasional ini tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan saja, tetapi menjadi gerakan yang terus tumbuh di Kota Kupang dan seluruh NTT. Sebab dari transaksi kecil hari ini, kita sedang membangun ekonomi yang lebih besar untuk masa depan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, menjelaskan, digitalisasi kini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Tepat tujuh tahun sejak diluncurkan pada 17 Agustus 2019, QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard terus berkembang dan memberikan dampak luas bagi sistem pembayaran masyarakat, bahkan hingga memperluas jangkauannya ke tingkat internasional.

Dalam rangka memperluas akseptasi transaksi digital, Bank Indonesia di seluruh Indonesia menyelenggarakan Pekan QRIS Nasional pada momentum Bulan Kemerdekaan. Di Provinsi NTT, rangkaian kegiatan PQN telah dimulai pada 4 hingga 8 Agustus melalui Garda Sakti Cross Border Fest kedua yang mencatat sebanyak 2.977 transaksi QRIS.

Pos terkait