Wali Kota Kupang Tegaskan Bantuan Pangan Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Wujud Kehadiran Negara

Reporter: Chris Dethan 
| Editor: Pisto Bere

Di tengah berbagai tantangan global seperti kenaikan harga minyak dan kondisi ekonomi dunia, Wali Kota mengingatkan bahwa kebersamaan menjadi kunci untuk menghadapi berbagai hambatan tersebut.

“Di tengah situasi sulit, kita tidak bisa jalan sendiri. Kalau jalan sendiri, kita tidak kuat. Kita harus jalan bersama, saling menopang dan saling menguatkan,” katanya.

Bacaan Lainnya

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Perum Bulog Kanwil NTT atas peran strategisnya dalam mendukung Pemerintah Kota Kupang, khususnya dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan.

“Justru kami yang berterima kasih kepada Bulog. Pemerintah kota sangat membutuhkan Bulog dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat,” ujarnya.

Wali Kota turut menyoroti peningkatan signifikan jumlah penerima bantuan pangan pada tahun 2026. Dari sekitar 21 ribu penerima pada tahun 2025, kini meningkat menjadi sekitar 39.809 penerima atau naik lebih dari 80 persen, dengan cakupan yang diperluas dari desil 1–3 menjadi desil 1–4.

Menurutnya, program ini tidak hanya membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga berperan dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.

“Ini program yang sangat baik, karena selain membantu masyarakat, juga menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan keluarga,” jelasnya.

https://31nusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251217-WA0045.jpg

Pos terkait