Wali Kota Kupang Tegaskan Bantuan Pangan Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Wujud Kehadiran Negara

Reporter: Chris Dethan 
| Editor: Pisto Bere

Ia menjelaskan bahwa terpenuhinya kebutuhan pangan akan berdampak langsung pada kekuatan keluarga. Ketika keluarga kuat, maka masyarakat akan menjadi kuat, yang pada akhirnya berkontribusi pada kemajuan Kota Kupang secara keseluruhan.

“Kalau kebutuhan tercukupi, keluarga punya martabat dan ketahanan. Kalau keluarga kuat, masyarakat kuat, maka kota ini juga akan kuat. Karena itu, kita mulai dari individu, kemudian keluarga, lalu masyarakat, hingga Kota Kupang menjadi semakin baik,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Wali Kota juga menekankan pentingnya perhatian terhadap individu-individu yang membutuhkan, sebagai bagian dari upaya membangun fondasi masyarakat yang kokoh. Ia bahkan menyampaikan komitmennya untuk tetap hadir di tengah masyarakat meskipun di tengah agenda yang padat.

“Saya datang ke sini walaupun waktu terbatas, karena ini bentuk cinta dan perhatian kepada Bapak dan Mama semua. Tanpa masyarakat, saya tidak bisa berdiri di sini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan Kota Kupang tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, masyarakat, lembaga keagamaan, komunitas, organisasi masyarakat, hingga partai politik.

“Kalau kita mau Kota Kupang maju, tidak bisa kerja sendiri. Kita butuh semua pihak, gereja, masjid, komunitas, LSM, partai politik, semua harus terlibat. Kita harus kolaborasi,” tegasnya.

https://31nusantara.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251217-WA0045.jpg

Pos terkait