KUPANG, 31NUSANTARA.ID-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menawarkan ruang baru bagi organisasi kepemudaan dan komunitas untuk ikut memecahkan persoalan pembangunan melalui gagasan “Wali Kota Challenge”. Anak muda tidak hanya didorong untuk mengkritik pemerintah, tetapi juga ditantang menawarkan solusi yang dapat diadopsi menjadi kebijakan.
Gagasan tersebut disampaikan dr. Christian saat menjadi pembicara utama dalam Public Discussion bertajuk “Quo Vadis Pembangunan Kota Kupang” yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Nusa Tenggara Timur (NTT) di Regan’s Caffe, Sabtu (4/10) malam.
Turut hadir Anggota DPRD Provinsi NTT, Junaidin Mahasan, Anggota DPRD Kota, Kupang Ahmad Thalib, akademisi dan pakar politik Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, sejumlah kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang, Ketua IMM NTT, Cakti Flobamorrinci A. Kirie, jajaran IMM NTT dan IMM Cabang Kota Kupang, mahasiswa serta undangan lainnya.
Menurut dr. Christian, mahasiswa dan generasi muda memiliki posisi strategis dalam pembangunan. Mereka tidak cukup hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi harus diberi ruang untuk ikut merumuskan gagasan dan menawarkan solusi atas persoalan yang dihadapi kota.
