“Kita memiliki banyak hal yang baik di Kota Kupang ini. Kita punya matahari terbenam yang sangat indah di Teluk Kupang. Kita juga memiliki kuliner yang lezat seperti jagung bose, kuah asam, dan sei. Sei adalah salah satu makanan yang paling unik dan terbaik dari Kupang. Seperti daging asap, tetapi diproses dengan pembakaran menggunakan daun kosambi yang memberikan aroma khas luar biasa. Dan kita juga memiliki banyak kain tenun indah. Nanti masing-masing dari Bapak Ibu akan kami berikan satu kain tenun,” ujar Wali Kota.
Wali Kota kemudian mengangkat filosofi yang sering hidup dalam masyarakat kepulauan Pasifik bahwa laut bukan pemisah antarbangsa, tetapi justru menjadi jalan kasih, kebijaksanaan dan harapan yang menghubungkan kehidupan di seluruh kawasan Pasifik.
“There is a philosophy of Pacific society that the ocean does not separate us, the ocean connects us. I know each country has their own limitations and also each has advantages. Therefore we have to collaborate and cooperate together. Because as wise men said: If you want to go fast, go alone; but if you want to go far, go together. Tonight is not just a dinner, this is the entrance of collaboration, a moment where hearts meet in this room,” ucapnya.
