Lebih lanjut, Wali Kota mengingatkan bahwa masa efisiensi justru menjadi momentum untuk menunjukkan kinerja terbaik. Menurutnya, dalam situasi penuh keterbatasan dan tantangan, kerja nyata seorang aparatur akan lebih mudah terlihat. “Bintang itu terlihat paling terang ketika malam. Begitu juga dengan kita. Ketika situasi sedang sulit dan banyak keterbatasan, orang yang mampu bekerja dengan baik, kreatif dan inovatif akan terlihat,” ungkapnya.
Karena itu, ia meminta seluruh pejabat menjaga amanah yang telah diberikan dengan menjunjung tinggi integritas, disiplin, profesionalitas dan kejujuran. Ia menegaskan, kewenangan yang melekat pada jabatan harus digunakan untuk kepentingan masyarakat.
“Pemerintah itu tugasnya melayani. Jangan bermain-main dengan kewenangan yang diberikan. Jaga integritas, bekerja profesional, jujur dan bertanggung jawab,” pesannya.
Wali Kota juga menekankan pentingnya kedisiplinan aparatur, termasuk dalam hal kehadiran dan pelaksanaan tugas. Ia meminta para pimpinan di tingkat perangkat daerah maupun kelurahan tidak membiarkan adanya aparatur yang tidak disiplin dalam menjalankan kewajibannya.
“Kalau ada staf yang datang terlambat, pulang lebih cepat, atau tidak bekerja sebagaimana mestinya, pimpinan harus bertanggung jawab. Saya tidak mencari orang yang hanya memegang jabatan, tetapi pemimpin yang mampu memimpin dan melayani masyarakat dengan baik,” tegasnya.
