Selain itu, BI akan mendorong gerakan menanam di pekarangan melalui sekolah dan kelompok masyarakat, serta pengembangan dashboard pangan interaktif untuk memantau pasokan dan harga secara real time.
“Digitalisasi penting agar semua tercatat dan bisa dipertanggungjawabkan. Ini juga membantu kepala daerah dalam mengambil keputusan berbasis data,” tutupnya.
Dalam HLM kali ini, Wali Kota memberikan kesempatan kepada sejumlah mitra untuk memaparkan secara singkat kondisi terkini terkait pengendalian inflasi. Perwakilan BPS Kota Kupang, menyampaikan perkembangan dan prospek inflasi Kota Kupang. Perum Bulog Kanwil NTT, Memaparkan kondisi ketersediaan beras menjelang HBKN Nyepi, Idul Fitri, dan Paskah Tahun 2026. Perwakilan PT PERTAMINA PATRA NIAGA, menyampaikan kondisi ketersediaan bbm menjelang HKBN. PT Pelindo Regional III/Cabang Kupang, menjelaskan aktivitas bongkar muat barang serta kondisi crane di Pelabuhan Tenau Kupang.
Sementara itu GM PT Angkasa Pura Indonesia Bandara El Tari Kupang menyampaikan informasi terkait tarif angkutan udara serta kondisi arus penumpang dan aktivitas terminal kargo menjelang HBKN. Tim Satgas Pangan Polda NTT, menyampaikan upaya memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi pangan. Hadir juga perwakilan akademisi dari Universitas Nusa Cendana, untuk memberikan pandangan dan masukan akademis terkait kondisi perekonomian di Kota Kupang.




