Pemkot Kupang Salurkan Rp100 Juta untuk Gereja YMY Liliba

Reporter: Anggi Bunga/Vd 
| Editor: Pisto Bere

Baginya efisiensi bukan sekadar bagaimana pemerintah mengurangi pengeluaran, tetapi bagaimana setiap rupiah anggaran yang tersedia dapat menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Karena itu, anggaran yang berhasil dihemat diarahkan kembali kepada kebutuhan yang memiliki dampak langsung, termasuk membantu masyarakat menyelesaikan pembangunan rumah ibadah. “Efisiensi bukan hanya soal mengurangi belanja. Yang lebih penting adalah bagaimana hasil penghematan itu kembali menjadi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Menurut dr. Christian, pembangunan Kota Kupang juga tidak boleh dimaknai sebatas pembangunan jalan, gedung maupun infrastruktur fisik lainnya. Pemerintah juga memiliki tanggung jawab membangun manusia yang beriman, berkarakter, peduli terhadap sesama dan mampu hidup dalam keberagaman.

Dalam konteks itu, rumah ibadah dinilai memiliki peran penting. Gereja, masjid, pura, vihara dan rumah ibadah lainnya bukan hanya tempat menjalankan ritual keagamaan, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan nilai kasih, persaudaraan, kepedulian dan toleransi.

“Pembangunan manusia sama pentingnya dengan pembangunan fisik. Rumah ibadah menjadi salah satu tempat penting untuk membangun karakter masyarakat,” katanya.

Pos terkait