Erwin juga menyoroti persoalan keadilan sosial yang dinilai masih menjadi pekerjaan besar bagi bangsa Indonesia.
Gambaran baju tahanan berwarna oranye dan runtuhnya institusi dalam visual kampanye tersebut dimaknai sebagai kritik terhadap praktik penegakan hukum yang dianggap belum sepenuhnya menghadirkan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat.
Menurut pandangan GMNI Malaka, penegakan hukum harus dilaksanakan secara adil, transparan, dan tanpa diskriminasi. Hukum tidak boleh hanya menunjukkan ketegasan terhadap masyarakat kecil, tetapi kehilangan keberanian ketika berhadapan dengan pihak-pihak yang memiliki kekuasaan, pengaruh, atau kepentingan ekonomi.
Perlindungan terhadap masyarakat adat dan para pejuang lingkungan juga menjadi bagian penting dari perjuangan keadilan sosial. Kepentingan investasi dan pembangunan, tegasnya, tidak boleh mengabaikan hak-hak masyarakat maupun kelestarian lingkungan hidup.
Karena itu, seluruh institusi negara diharapkan mampu menjalankan kewenangannya secara bertanggung jawab, menjunjung tinggi supremasi hukum, serta memastikan bahwa kepentingan rakyat tetap menjadi prioritas utama.
Melalui seruan tersebut, Erwin Bana mengajak seluruh kader Marhaenis, mahasiswa, pemuda, serta berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Malaka untuk menyatukan langkah dalam menyuarakan nilai-nilai keadilan, demokrasi, dan kemanusiaan.





