Festival Budaya Oeba Jadi Panggung Keberagaman

Reporter: Tamar Ndapatady/vd 
| Editor: Pisto Bere

Ia menegaskan bahwa harmoni tidak berarti semua orang harus memiliki identitas yang sama. “Harmoni itu bukan berarti harus sama atau seragam. Kita tidak bisa menyamakan semua orang, tetapi kita bisa menjaga keseimbangan dan persatuan di antara kita,” ujarnya.

Bagi Wali Kota, semangat tersebut sejalan dengan karakter Kota Kupang sebagai Kota Kasih dan rumah bersama, tempat masyarakat dengan latar belakang berbeda dapat hidup, bekerja, berkarya dan saling menghargai.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Budaya Kelurahan Oeba, David C. Octovianus, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai agenda pelestarian budaya, tetapi juga sebagai ruang pemberdayaan masyarakat.

Sebagai bagian dari Kota Kupang yang multikultural, Kelurahan Oeba berupaya mempertahankan seni dan budaya lokal di tengah derasnya perkembangan teknologi serta masuknya berbagai budaya baru.

Rangkaian Festival Budaya Oeba 2026 dikemas dengan berbagai kegiatan, mulai dari karnaval budaya dengan pakaian etnis NTT, pentas seni dan budaya, lomba tarian etnis Flores, pasar UMKM, hingga pelayanan publik dan kesehatan gratis. Pelayanan masyarakat antara lain berupa pelayanan PBB-P2 dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Pos terkait