Sederhana, tetapi bermakna.
Dan ketika masyarakat Malaka bersama-sama menyanyikan “Kulihat Ibu Pertiwi”, malam itu seakan lahir sebuah pesan:
Jika Ibu Pertiwi sedang menangis di Flores, maka dari Malaka, kita memilih untuk tidak menutup mata. Kita memilih untuk mendoakan, mengingat, dan berbagi.(***)
