Dari Pantai Kopan: Sejarah Perjumpaan Kupang Dihidupkan Kembali Lewat Festival Budaya

Reporter: Enjel Lasbuan/vd 
| Editor: Pisto Bere

KUPANG, 31NUSANTARA.ID-Pantai Kopan bukan sekadar ruang terbuka di tepian Kota Kupang. Kawasan ini menyimpan jejak panjang perjumpaan berbagai komunitas dan kebudayaan yang ikut membentuk wajah kota. Jejak itu kembali dihidupkan melalui Festival Pecinan Event Budaya Multietnis Kelurahan Lai-Lai Bisi Kopan (LLBK) yang mengangkat tema “Merajut Budaya dalam Harmoni”, Jumat (4/9).

Selama dua hari, kawasan Pantai Kopan menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi dan kreativitas masyarakat. Beragam ekspresi budaya ditampilkan bukan untuk mempertentangkan perbedaan, tetapi menunjukkan bagaimana keberagaman dapat dirangkai menjadi kekuatan bersama.

Bacaan Lainnya

Festival tersebut secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., di Pantai Kopan, Kelurahan LLBK. Turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H., jajaran pimpinan perangkat daerah, camat dan lurah se-Kecamatan Kota Lama, Ketua Panitia Antoni Niti Susanto, Ketua LPM Kelurahan LLBK, Tjiang Hemdi, serta tokoh masyarakat dan warga setempat.

Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa festival budaya memiliki makna jauh lebih besar daripada sekadar pertunjukan seni. Festival menjadi ruang untuk saling mengenal, menghargai dan merawat keberagaman yang selama ini hidup berdampingan di Kota Kupang.

Pos terkait