Suratmi menambahkan, sinergi interagensi ini diharapkan mampu menutup berbagai kelemahan penanganan isu sosial di tingkat akar rumput melalui pendekatan pembangunan keluarga yang komprehensif.
”Dengan kolaborasi lintas sektor ini, kita berharap dapat saling menambal sulam bagian yang kurang di masyarakat. Tujuannya satu, bersama-sama membangun keluarga yang sehat, tangguh, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik, khususnya bagi keluarga PMI,” jelasnya.
Sementara itu, pihak Perwakilan BKKBN Provinsi NTT menyambut positif prakarsa kerja sama tersebut. Kepala BKKBN Provinsi NTT menilai, integrasi program perlindungan PMI dengan program ketahanan keluarga merupakan langkah nyata dalam memperkuat pondasi sosial masyarakat NTT.
Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi awal yang kokoh bagi pelaksanaan berbagai program pemberdayaan dan pendampingan keluarga PMI di NTT secara berkelanjutan.
Turut hadir dalam jajaran pendamping BP3MI NTT antara lain Yulia Rahmawati, Edwina Adhaninggar, Winda Berkatin Bolla, Diki Yulianto, dan Yeter Taneo, serta jajaran pejabat dan tim kerja Perwakilan BKKBN Provinsi NTT.(**)
