Merajut Asa SDN Nekto Kelas Jauh SDI Ninma
MALAKA, 31NUSANTARA.ID – – Terasa dingin pagi itu, Jumat 6 Februari 2026, kabut alam menyelimuti jalan menuju Dusun Nekto. Dari bawah lereng Gunung Mandeu, kabut turun perlahan, menutup pandangan, seolah ikut menyembunyikan sebuah kenyataan yang selama ini luput dari perhatian, namun kabut itu bukan membawa rasa dingin melainkan rasa panas yang mengrogoti raga ini, melihat kondisi bangunan yang megiris kalbu.
Di balik dinginnya kabut itu, bukan merasa dingin namun rasa panas dalam jiwa, dengan jiwa semangat wartawan Reformanews.com, Alfons Molo, menyusuri jalan terjal dan berbatu. Langkah demi langkah ditempuh dalam sunyi, tanpa iring-iringan, tanpa fasilitas, bahkan tanpa gaji yang jelas dan tanpa jaminan kesejahteraan. Namun perjalanan tetap dilanjutkan, karena tugas seorang wartawan bukan hanya mencari berita, tetapi mencatat suara yang tak terdengar.
Di ujung perjalanan, berdirilah SD Nekto Kelas Jauh SDI Ninma—sebuah bangunan rapuh yang nyaris roboh. Dindingnya lapuk, atapnya bocor, lantainya tanah. Sekolah ini lebih mirip pondok darurat, namun di sanalah anak-anak Nekto menggantungkan harapan masa depan.
Di ruang kelas sederhana itu, hadir seorang guru sukarela. Bermodalkan ijazah SMA, tanpa status ASN, tanpa gaji tetap, ia tetap setia mengajar. Setiap pagi ia datang lebih dulu, membuka kelas, dan menunggu murid-muridnya yang berjalan kaki dari rumah-rumah yang terpencar di lereng bukit.
