Pemkot Kupang Buka Sosialisasi Penyusunan Rencana Aksi Kelurahan Proklim 2026

Reporter: Yesti Ola/Dini Sugo/Citra Acry/VD 
| Editor: Pisto Bere

Ignasius menyebut Proklim berperan penting dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemerintah dalam aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

“Maka di sinilah pentingnya Program Kampung Iklim atau disebut Proklim yang mengajarkan satu hal yang sangat penting: pemerintah tidak bisa bekerja sendirian,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh 109 peserta yang terdiri dari Tenaga Ahli, Lurah dan Sekretaris Lurah, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), RT/RW, Kelompok Kerja, Kelompok Masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup, CRS, Plan International, serta unsur Sumber Daya Alam. Sebanyak 12 kelurahan di Kota Kupang turut hadir, yaitu Kelurahan Maulafa, Liliba, Alak, Batu Plat, Nunleu, Bonipoi, Oesapa Barat, Oebobo, Naikoten I, Fatukoa, Kuanino dan Naioni.

Ignasius berharap kedua belas kelurahan tersebut dapat menjadi penggerak utama perubahan.

“Kami berharap bahwa para lurah harus menjadi penggerak utama karena perubahan yang paling nyata tidak selalu dimulai dari kantor pemerintahan, tidak selalu mulai dari kantor lurah atau kantor wali kota, tapi sering kali perubahan justru dimulai dari lingkungan tempat kita tinggal,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, tim yang dipimpin oleh Dr. Ir. Ludji Mikhael Riwu Kaho, M.Si., akan melakukan diskusi lebih lanjut di masing-masing kelurahan untuk menggali kondisi, kebutuhan, serta potensi masyarakat sebagai dasar penyusunan rencana aksi Proklim.

Pos terkait