KUPANG, 31NUSANTARA.ID Pembangunan sebuah kota tidak cukup hanya diukur dari panjang jalan, megahnya gedung, atau banyaknya infrastruktur yang berdiri. Lebih dari itu, kemajuan kota harus ditopang oleh manusia yang beriman, berkarakter, memiliki kepedulian sosial, dan mampu hidup dalam keberagaman.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menghadiri Pentahbisan dan Peresmian Rumah Ibadah, Peletakan Batu Pertama Pastori II, serta Peluncuran Buku Sejarah Jemaat GMIT Tiberias TDM, Sabtu (31/10), di Rumah Ibadah Jemaat GMIT Tiberias TDM.
Didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kupang, Hengky C. Malelak, S.STP., M.Si., kehadiran Wali Kota menjadi wujud perhatian dan apresiasi Pemerintah Kota Kupang terhadap peran gereja sebagai mitra strategis dalam membangun kehidupan masyarakat.
Turut hadir Ketua Majelis Sinode GMIT, Pendeta Samuel B. Pandie, M.Th., M.M.; Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Pendeta Ishak Batmalo, S.Th.; Ketua Majelis Jemaat GMIT Tiberias TDM, Pendeta Mercy P. Kapioru Pattikawa, S.Th.; penulis sejarah gereja, Pendeta Yulian Widodo, M.Th.; serta para pendeta, majelis jemaat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh jemaat GMIT Tiberias TDM.
