Ia mencontohkan keputusan untuk tidak melakukan pengadaan mobil dinas baru bagi dirinya maupun Wakil Wali Kota sebagai salah satu langkah penghematan. Menurutnya, efisiensi bukan berarti menghentikan pembangunan, melainkan mengatur kembali prioritas agar anggaran dapat diarahkan pada kebutuhan yang lebih mendesak.
Penghematan tersebut diharapkan turut membuka ruang dukungan bagi berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk bantuan pembangunan rumah ibadah lintas agama dan program beasiswa.
Terkait rencana pembangunan Pastori II GMIT Tiberias TDM, dr. Christian mempersilakan pihak jemaat menyampaikan proposal kepada Pemerintah Kota Kupang agar dapat dipertimbangkan dalam dukungan anggaran tahun 2027, sesuai mekanisme, ketentuan, dan kemampuan keuangan daerah.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan proficiat atas tiga momentum penting yang dirayakan jemaat, yakni pentahbisan dan peresmian gedung gereja, peletakan batu pertama Pastori II, serta peluncuran buku sejarah jemaat.
Baginya, ketiga momentum tersebut bukan sekadar pencapaian pembangunan fisik, melainkan buah dari perjalanan panjang yang dibangun melalui iman, doa, pengorbanan, dan kerja sama seluruh jemaat.
“Rumah ibadah ini tidak hanya dibangun dari beton, semen, pasir, dan besi, tetapi juga dibangun oleh iman, kasih, dan harapan. Hari ini kita bukan hanya meresmikan sebuah gedung, tetapi juga meresmikan rumah pengharapan, tempat mereka yang sakit dikuatkan dan yang lemah memperoleh kekuatan,” ujarnya.




