Pemkot Kupang All Out Dukung Pesparawi Perdana Sinode GMIT, dr. Christian Widodo: Perbedaan Justru Melahirkan Harmoni

Reporter: Chris Dethan 
| Editor: Pisto Bere/FD

“Itulah Kota Kupang. Keberagaman tidak pernah menjadi penghalang. Keberagaman selalu menjadi kekuatan, tidak menjadi jarak pemisah, tetapi menjadi jembatan. Itulah indahnya keberagaman yang ada di Kota Kupang,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh peserta untuk membawa semangat tersebut dari panggung paduan suara ke kehidupan sehari-hari. Sebab, dalam kehidupan bersama, setiap orang tidak selalu harus menjadi yang paling depan. Ada waktunya berbicara, tetapi ada pula waktunya mendengar. Ada waktunya tampil, tetapi ada waktunya memberikan ruang kepada orang lain.

Bacaan Lainnya

“Di dalam persatuan, walaupun berbeda, kita pasti bisa menang. Dalam bahasa Latin dikatakan, Ubi concordia, ibi Victoria, di mana ada persatuan, di situ ada kemenangan,” pungkas dr. Christian.

Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Saneb Yohanis Ena Blegur, S.Th., mengatakan Simfoni Persaudaraan merupakan momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya pesta paduan suara diselenggarakan dalam lingkup pelayanan GMIT secara menyeluruh. Ia memaknai penyelenggaraan tersebut sebagai kairos, yakni kesempatan yang diberikan Tuhan setelah rencana serupa sempat tertunda oleh berbagai keadaan.

Menurutnya, perbedaan suara, budaya dan latar belakang tidak seharusnya menjadi alasan untuk terpecah. Sebaliknya, seluruh perbedaan tersebut harus dipadukan menjadi harmoni.

Pos terkait